Nama Organ Gerak Ubur-Ubur dan Fungsinya

organ gerak ubur-ubur

Organ gerak ubur-ubur-Tahukah kalian bahwa ubur-ubur merupakan salah satu hewan purba, karena keberadaanya sudah ada sejak zaman dinosaurus. Ubur-ubur termasuk hewan filum cnidaria atau hewan sejenis binatang laut yang tak mempunyai tulang belakang hewan ini juga memiliki sebutan jellyfish, dan alat gerak ubur-ubur ini juga mempuyai ciri khas masing-masing.

Bentuk dari ubur-ubur menyerupai dengan struktur gurita yang membedakannya adalah tentakel gurita yang lebih kecil dan transparan pada tubuhnya. bentuk tubuh transparan tersebut membuat ubur ubur terlihat begitu indah.

Akan tetapi hewan ini sangat berbahaya, karena ubur-ubur memiliki kemampuan untuk menyengat manusia yang dapat menimbulkan luka serius bahkan bisa berujung kematian. Ingin tahu lebih lanjut tentang hewan yang satu ini? simak ulasan pada berkas berikut ini.  

Organ Gerak Ubur-ubur

organ gerak ubur-ubur

Karena ubur-ubur termasuk jenis kelompok filum cnidaria yang tidak mempunyai tulang belakang, maka ubur ubur bergerak menggunakan bagian tentakel, tentakel inilah yang pada akhirnya yang menjadi organ gerak utama pada hewan ubur-ubur.

Untuk berpindah tempat atau bergerak, ubur-ubur akan menggerakan tentakel naik dan turun. Selain menjadi alat bantu untuk ubur-ubur bergerak, tentakel yang dimilikinya juga berfungsi untuk melindungi diri dari serangan musuh atau yang bisa membahayakan dirinya.

Cara Ubur-ubur Berkembang Biak

organ gerak ubur-ubur

Ubur-ubur berkembang biak dengan cara vegetatif yang membuahkan medusa dari polip pada tubuhnya. Reproduksi vegetatif merupakan bagian proses dari cara berkembang biak makhluk hidup dengan aseksual.

Ciri-ciri tubuh ubur-ubur sangatlah sederhana, hewan ini tidak mempunyai saluran lubang untuk makan dan pembuangan yang terpisah jadi hewan ini makan dan buang air melalui satu lubang yang sama. Saat dewasa hewan ini akan mempunyai dua bagian bentuk tubuh yaitu medusa dan polip.

Ubur-ubur yang memiliki bentuk tubuh polip ia akan mengalami berkembangbiak dengan cara vegetatif sedangkan bentuk tubuh medusa yang seperti payung akan mengalami proses berkembang biak secara generatif.

Melalui proses pembelahan, tunas Medusa akan menjadi individu yang terpisah dan menghasilkan sel jantan dan betina. Ketika sel sperma dan sel telur bertemu, zigot akan terbentuk dan berkembang menjadi polip ubur-ubur baru.

Sedangkan polip akan berkembang biak dengan cara vegetatif yang ujungnya terdapat tunas, apabila tunas tersebut dilepaskan maka akan tumbuh sebagai medusa, siklus hidup pada hewan ubur-ubur akan terus begitu.

Jenis Ubur-Ubur

organ gerak pada ubur-ubur

Ubur-ubur ini tergolong pada kelas scyphozoa, seperti yang telah disebutkan di awal tadi. dari kelas tersebut masih dibagi menjadi tiga ordo, coronatae, semaeostomeae dan rhizostoma dari ketiga ini nanti yang akan menjadi bahan pengelompokan ubur-ubur.

Ordo Coronatae

Ordo coronatae atau ubur-ubur mahkota (crown jellyfish) jenis ini memiliki ciri khas karena ada sebuah garis atau alur di sepanjang payungnya dan alur tersebut membentuk menyerupai mahkota. Ubur-ubur mahkota atau crown jellyfish dapat dijumpai di laut yang cukup dalam.

Crown jellyfish ini mempunyai keunikan yang bisa memancarkan cahaya pada tubuhnya yang disebut bioluminescence. Cahaya tersebut akan menyala jika bagian tubuh nya disentuh atau mengalami kondisi yang berbahaya. 

Cahaya yang muncul dari tubuhnya berguna untuk mengalihkan perhatian musuh saat diserang, cahaya tersebut sangatlah silau dan sangat membantu ubur-ubur untuk mengelabuhi musuhnya.

Selain menjadi pelindung dari serangan musuh, cahaya yang keluar dari tubuh ubur-ubur ini juga berfungsi untuk menarik perhatian mangsa, setelah mangsa mendekat, ubur-ubur secara cepat akan memakan mangsa tersebut.

Ordo Semaeostomeae

Ordo semaeostomeae atau dalam istilah secara etimologi adalah mulut bendera, jenis ubur-ubur ini pada umumnya sering banyak ditemui dan memiliki tubuh yang besar daripada jenis yang lain, Nama organ gerak ubur-ubur ini ciri khas nya yaitu mempunyai empat tentakel oral.

Hewan ubur-ubur jenis ini juga mempunyai bentuk tubuh yang unik menyerupai kubah yang dibatasi gerigi, habitat ubur-ubur jenis semaeostomeae dapat bertahan hidup di berbagai perairan laut di dunia dan mereka biasanya hidup dengan cara berkoloni dengan gerakan yang mengandal kan arus, sehingga ruang gerak mereka terbatas.

Ordo Rhizostoma

Ordo Rhizostoma merupakan jenis ubur-ubur yang sedikit berbeda dengan jenis lainnya, jenis ini tidak memiliki organ gerak ubur-ubur pada umumnya, ubur-ubur nama organ gerak yaitu tentakel. Akan tetapi jenis ubur-ubur ordo rhizostoma mempunyai delapan lengan yang bercabang dan dipenuhi dengan sel nematosista.

Selain memiliki delapan lengan, ubur-ubur jenis ini juga memiliki mulut kecil-kecil yang banyak, karena tidak memiliki tentakel mengakibatkan hewan ubur-ubur yang satu ini tidak bisa menyengat, sehingga aman bagi manusia, bahkan ubur-ubur ini dapat dikonsumsi sebagai pengobatan.

Ubur-ubur rhizostoma kurang lebih terbagi dalam 90 spesies dan salah satu jenis yang bisa dikonsumsi adalah ubur-ubur meriam (Stomolophus meleagris) serta ubur-ubur api (Rhopilema esculentum), hewan ini cukup dikasih garam sebelum dimasak dan dikonsumsi

Habitat Ubur-ubur

organ gerak pada hewan ubur-ubur

Pada umumnya ubur-ubur merupakan hewan biota laut yang mudah dijumpai di kawasan perairan dunia, baik laut maupun samudera. jumlah ubur-ubur ini sangatlah banyak selain itu hewan ini juga mampu bertahan hidup di segala kondisi, seperti di perairan hangat laut tropis bahkan perairan yang sangat dingin seperti di kutub utara atau kutub selatan.

Makanan Ubur-ubur

organ gerak ubur-ubur

Mungkin kalian bertanya-tanya, apa makanan ubur-ubur? perlu kalian ketahui bahwa makanan ubur-ubur adalah seperti telur plankton, tanaman kecil, ikan kecil, larva, telur ikan dan hewan yang memiliki ukuran yang kecil.

Ubur-ubur dapat memperoleh mangsa dengan berbagai cara dari berburu biota laut sampai melakukan simbiosis dengan beberapa jenis alga.

Fungsi Tentakel Ubur-ubur

Fungsi tentakel ubur-ubur selain untuk bergerak juga sebagai pelindung dari serangan musuh, yang perlu kita ketahui bahwa di dalam tentakel terdapat sel yang bernama nematosista yang berfungsi untuk melawan musuh.

Ubur-ubur akan menyerang lawan dengan cara menusuk musuh dengan tentakel nya dan memasukan racun di dalam tubuh musuh tersebut, sel nematosista tersebut terdiri dari knidosista atau memiliki nama lain yaitu organel knida, sel itu berbentuk seperti kapsul yang dipenuhi dengan gulungan benang yang terdapat racun.

Sedangkan di bagian ujung knidosista memiliki bentuk menyerupai kait yang digunakan untuk menusuk lawan, akan tetapi serangan yang bisa dilakukan ubur-ubur hanya sekali saja, dan ketika ingin menggunakan kembali membutuhkan waktu yang lama yaitu sekitar 48 jam.

Nah itulah sekilas tentang hewan ubur-ubur mulai dari nama organ gerak ubur2 dan fungsinya, semoga dengan informasi tersebut dapat membantu kalian untuk menambah ilmu.Baca juga tentang organ gerak hewan kadal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *